<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wilujeng sumping</title>
	<atom:link href="http://gibranisme.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gibranisme.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah Persembahan dari Anak Alam</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Sep 2008 08:08:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gibranisme.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wilujeng sumping</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gibranisme.wordpress.com/osd.xml" title="Wilujeng sumping" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gibranisme.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Rahasia Kedatangan Malam Lailatul Qadr</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/20/rahasia-kedatangan-malam-lailatul-qadr/</link>
		<comments>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/20/rahasia-kedatangan-malam-lailatul-qadr/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 08:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmi Taufiq Zain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gibranisme.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bercerita kepada para sahabatnya tentang pejuang dari Bani Israil yang bernama Sam’un. Selama 1000 bulan atau delapan puluh tiga tahun ia tidak pernah meletakkan senjata atau beristirahat dari perang Fii Sabilillah. Ia hanya berperang dan berperang demi menegakkan agama Allah tanpa mengenal rasa lelah. Para sahabat ketika mendengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=48&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entrytext">
<div class="snap_preview">
<p>Pada suatu hari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bercerita kepada para sahabatnya tentang pejuang dari Bani Israil yang bernama Sam’un. Selama 1000 bulan atau delapan puluh tiga tahun ia tidak pernah meletakkan senjata atau beristirahat dari perang Fii Sabilillah. Ia hanya berperang dan berperang demi menegakkan agama Allah tanpa mengenal rasa lelah. Para sahabat ketika mendengar cerita tersebut, mereka merasa kecil hati dan merasa iri dengan amal ibadah dan perjuangan orang tersebut. Mereka ingin melakukan amal ibadah dan perjuangan yang sedemikian rupa, tapi bagaimana mungkin untuk melakukannya sedang umur kehidupan mereka jarang yang mencapai usia lebih dari enam puluh atau tujuh puluh tahun. Di dalam hadist disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Usia ummatku sekitar enam puluh atau tujuh puluh tahun”. karena itulah mereka bersedih dan kecil hati.</p>
<p>Ketika para sahabat sedang berfikir dan merenungkan tentang hal itu, dimana mereka merasa kecil hati karena tidak mungkin berbuat hal yang telah diperbuat oleh orang Bani Israil yang telah disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, maka datanglah malaikat Jibril kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membawa wahyu dan kabar kembira kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya. Berkata malaikat Jibril Alaihis Salaam: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan kepadamu ya Rasulullah surat Al Qadr, dimana di dalamnya terdapat kabar gembira untukmu dan ummatmu, dimana Allah menurunkan malam Lailatul Qadr, dimana orang yang beramal pada malam Lailatul Qadr mendapatkan pahala lebih baik dan lebih besar daridari pada seribu bulan. Maka amal ibadah yang di kerjakan ummatmu pada malam Lailatul Qadr lebih baik dari pada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang beribadah selama delapan puluh tahun”. Lalu malaikat jibril membacakan surat Al Qadr yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian (Lailatul Qadr).” “Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan”. “malam kemulian itu lebih baik dari seribu bulan”. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. “Malam itu penuh kesejahtraan sampai terbit fajar”. Maka dengan turunnya wahyu tersebut yang penuh dengan kabar gembira, Rasulullah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya merasa senang dan gembira dengan adanya Lailatul Qadr.</p>
<p>Kapankah terjadinya malam Lailatul Qadr ??? Yang pasti Lailatul Qadr terjadi disetiap bulan Ramadhan, sebagaimana yang di sepakati oleh Ulama ahli tafsir. Namun yang menjadi perbedaan pendapat adalah tentang hari apa dan tanggal berapa terjadinya malam Lailatul Qadr?</p>
<p>Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa suatu hari Rasulullah menjanjikan para sahabatnya untuk memberitahukan kepada mereka tentang malam keberapa akan terjadanya Lailatul Qadr, akan tetapi karena terjadi perselisihan antara beberapa orang, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahasiakan waktu kedatangan Lailatul Qadr di malam malam bulan Ramadhan. Oleh karena itulah para Ulama mengatakan bahwa kedatangan malam Lailatul Qadr ada kemungkinan di awal malam dari bulan Ramadhan atau di salah satu malam di malam-malam bulanRamadhan.</p>
<p>Didalam suatu hadist Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang artinya: “Carilah malam lailatul qadar dimalam-malam 10 akhir di bulan Ramadhan”.</p>
<p>Berkata Al Imam Malik, bahwa kedatangan malam Lailatul Qadr itu di malam-malam 10 akhir dibulan Ramadhan dengan tanpa ada ketentuan tanggal atau malam. Menurut pendapat Imam Syafii, Lailatul Qadr kemungkinan besar datang pada tanggal 21 Ramadhan, dan menurut Sayyidatuna Aisyah Radhiallahu Anha Lailatul Qadr datang pada tanggal 17 Ramadhan, sedangkan Sayyiduna Abu Dzar dan Al Hasan Al basri mengatakan bahwasanya kedatangan malam Lailatul Qadr pada tanggal 25 Ramadhan. Tetapi pendapat paling banyak diantara para sahabat, seperti Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Ubay bin Kaab dan Al Imam Ahmad bin Hambal didalam riwayatnya bahwa kedatangan malam Lailatul Qadr pada tanggal 27 Ramadhan dan banyak juga dari Ulama Ulama besar yang mengatakan bahwa kedatangan malam Lailatul Qadr dirahasiakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.</p>
<p>Inilah pendapat-pendapat yang mengatakan tentang kedatangan malam Lailatul Qadr, lalu bagaimana kita menyikapi hal tersebut? Perlu kita ketahui hikmah di rahasiakannya kedatangan malam Lailatul Qadr adalah agar kita Umat Islam berjaga-jaga dan bersiap-siap dengan melakukan ibadah disetiap malam dibulan Ramadhan tanpa harus menentukan satu malam atau menjadikan malam tertentu lebih dari malam lainnya. Kita harus meningkatkan nilai-nilai ibadah kita dibulan Ramadhan dengan prinsip malam ini lebih baik dari malam kemarin dan seterusnya, dan berharap pada Allah SWT agar diberi taufik untuk beribadah pada malam Lailatul Qadr, sehingga kita mendapatkan ucapan salam dari para malaikat yang turun ke bumi dan masuk ke setiap rumah orang-orang mu’min untuk memberikan salam dan mendoakan kepada penghuni rumah. Bahkan di riwayatkan didalam hadist oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam didalam khutbahnya: “Barangsiapa memberikan makanan untuk orang berbuka puasa dari hartanya yang halal maka malaikat memintakan ampunan dari Allah atas dosa-dosanya sepanjang bulan Ramadhan dan disaalmi oleh Jibril Alaihis Salaam dimalam Lailatul Qadr dan barang siapa yang disalami oleh jibril niscaya lembut hatinya dan banyak air matanya”. Dan apa bila kita ingin mengetahui apakah rumah kita telah di masuki oleh para malaikat dan kita telah di salami olah malaikat Jibril di malam Lailatul Qadr, maka lihatlah diri kita apakah hati kita lembut apakah mata kita selalu mencucurkan air matanya karena Allah? Maka apabila kita telah dapati hal hal tersebut di diri kita maka kita termasuk didalam golongan orang-orang yang berbahagia yang melebihi orang-orang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil dan kita termasuk didalam golongan orang-orang yang patut untuk dibanggakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di hari kiamat nanti di hadapan para Nabi dan Rasul.</p>
<p>Di katakan oleh para Ulama bahwa diantara tanda-tanda malam Lailatul Qadr adalah pagi harinya matahari bersinar cerah, tetapi sinarnya tidak terlalu panas dan hari itu penuh dengan ketenangan dan ketenteraman sehingga dikatakan tidak terdengar gonggongan anjing, dan banyak lagi tanda-tanda yang lainnya. Dan juga banyak dari orang-orang yang berhati suci mengetahui kedatangan malam Lailatul Qadr. Sehinngga diriwayatkan didalam hadist bahwasanya istri Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Sayyidatuna Aisyah Radhiallahu Anha bertanya kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Ya Rasulullah apabila aku mengetahui kedatangan malam Lailatul Qadr apa yang aku baca?” Maka menjawab Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Ya Aisyah apabila egkau mengetahui kedatangan Lailatul Qadr maka bacalah ya Allah sesungguhnya engkau maha pengampun dan menyukai ampunan maka ampunilah aku”.</p>
<p>Dari sini kita mengambil kesimpulan bahwa beberapa orang mengetahui tentang kedatangan malam karena itulah Sayyidatuna Aisyah berkata: “Apabila aku mengetahuinya” dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab pertanyaan Sayyidatuna Aisyah sebab apabila pertaanyaan Sayyidatuna Aisyah salah, dan tidak ada orang yang mengetahui kedatangan Lailatul Qadr maka untuk apa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab pertanyaan Sayyidatuna Aisyah. Oleh karena itulah diriwayatkan oleh ahli sejarah bahwa dibeberapa kota muslim yang penuh dengan Ulama, seperti di negeri Yaman perempuan-perempuan berbincang-bincang dengan sesama mereka (mengosip) dan mereka mengatakan kepada temannya: “Apakah kamu melihat Lailatul Qadr semalam?” Maka temannya menjawab: “Ya aku pun melihatnya”. Dan begitulah yang menjadi obrolan mereka di pagi hari Lailatul Qadr.</p></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gibranisme.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gibranisme.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gibranisme.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gibranisme.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gibranisme.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gibranisme.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gibranisme.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gibranisme.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gibranisme.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gibranisme.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gibranisme.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gibranisme.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gibranisme.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gibranisme.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=48&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/20/rahasia-kedatangan-malam-lailatul-qadr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f34792f96f6d149d119bd85a5130377?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmi Taufiq Zain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan adalah &#8216;Sepotong Taman Surga&#8217;</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/20/ramadhan-adalah-sepotong-taman-surga/</link>
		<comments>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/20/ramadhan-adalah-sepotong-taman-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 07:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmi Taufiq Zain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gibranisme.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Rahasia di Balik Kewajiban Puasa &#8211; Puasa Cara Rasulullah Ada banyak rahasia di balik kewajiban ibadah puasa. Allah mengatakan dalam Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 183, ”Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertakwa.” Jadi, puasa adalah jalan menuju ketakwaan kepada Allah SWT, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=45&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entrytext">
<div class="snap_preview">
<p>Rahasia di Balik Kewajiban Puasa &#8211; Puasa Cara Rasulullah<br />
Ada banyak rahasia di balik kewajiban ibadah puasa. Allah mengatakan dalam Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 183, ”Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertakwa.”</p>
<p>Jadi, puasa adalah jalan menuju ketakwaan kepada Allah SWT, dan orang yang berpuasa adalah orang yang terdekat dengan Tuhannya. Saat perutnya kosong, hatinya bersih, ketika hatinya merasakan kepuasan, saat rongga perutnya merasakan haus, matanya menangis. Dalam sebuah hadits, Rasulullah berkata, ”Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya ia menikah. Sebab nikah dapat mengendalikan pandangan mata dan dapat menjaga kesucian faraj. Orang yang tidak mampu, hendaknya ia berpuasa. Sebab puasa baginya menjadi tameng.”</p>
<p>Adapun hikmah-hikmah disyariatkannya puasa antara lain:</p>
<p>Pertama, puasa mempersempit aliran makanan dan darah yang notabene merupakan aliran setan, sehingga dengan demikian bisikannya menjadi sedikit.</p>
<p>Kedua, puasa melemahkan syahwat, hasrat jahat dan keinginan maksiat sehingga ruh menjadi tak ternoda.</p>
<p>Ketiga, puasa mengingatkan orang yang berpuasa bahwa di antara saudara-saudaranya yang berpuasa ada yang kelaparan, membutuhkan pertolongan, fakir, dan miskin. Ibadah puasa mendidik pelakunya agar ia mau mengasihi, menyayangi dan menolong mereka.</p>
<p>Keempat, puasa adalah media pendidikan jiwa, pensucian hati, pengendalian pandangan, dan menjaga anggota tubuh dari dosa.</p>
<p>Kelima, puasa adalah rahasia antara hamba dan Tuhannya. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan, Allah SWT berfirman, ”Setiap amal anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Ia adalah untukku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”</p>
<p>Sebab, tak ada yang mengetahui puasa seseorang kecuali Allah SWT. Para salafushshaleh (ulama terkemuka zaman dahulu) mengenal puasa sebagai media pendekatan kepada Allah, medan pacu dalam kebaikan, musim berbuat kebaikan. Mereka menangis karena gembira menyambutnya, dan menangis sedih karena berpisah dengannya.</p>
<p>Mereka mencintai Ramadhan, berusaha keras dalam bulan Ramadhan; mengorbankan diri mereka dalam bulan Ramadhan; menjadikan malam sebagai saat untuk shalat, ruku’, sujud, menangis dan khusyu’; sedangkan siang digunakan untuk berdizkir, membaca Alquran, mengajar, berdakwah, dan memberi nasehat.</p>
<p>Keenam, para salaf, berdasarkan riwayat yang shahih, duduk di masjid dengan Alquran mereka; membaca dan menangis; menjaga lidah dan mata dari hal-hal haram.</p>
<p>Ketujuh, puasa adalah alat pemersatu kaum Muslimin. Mereka berpuasa pada waktu bersamaan, dan buka pada saat yang sama pula. Merasakan lapar bersama, makan bersama, dengan rukun dan penuh persaudaraan, dengan cinta dan kesetiakawanan.</p>
<p>Kedelapan, puasa adalah penghapus kesalahan dan penyirna kejahatan. Nabi bersabda, ”Dari satu Jumat ke Jumat lain, dari satu umrah ke umrah lain, dari satu Ramadhan ke Ramadhan lain adalah kaffarat (penghapusan dosa-dosa) selama bukan termasuk dosa besar.”</p>
<p>Kesembilan, puasa sungguh sehat untuk tubuh, sebab ia mengosongkan perut dari semua materi yang destruktif, mengistirahatkan pencernaan, dan membersihkan darah. Selain itu, menormalkan kerja hati, ruh menjadi cerah, jiwa menjadi bersih, dan akhlak menjadi terbina karenanya.</p>
<p>Kesepuluh, bila seseorang berpuasa, maka dirinya terasa kerdil di hadapan Allah; hatinya mudah trenyuh; rasa rakusnya menipis; syahwatnya sirna; sehingga dengan demikian doanya dikabulkan karena kedekatannya kepada Allah SWT.</p>
<p>Kesebelas, dalam puasa terdapat rahasia agung, yakni ketaatan menyembah Alah SWT, patuh atas segala perintah-Nya, tunduk kepada syariah-Nya, meninggalkan hasrat makan, minum dan bersetubuh untuk mencari keridhaan-Nya.</p>
<p>Kedua belas, puasa merupakan kemenangan seorang Muslim mengalahkan hawa nafsunya; kemenangan seorang Muslim atas dirinya.</p>
<p>Ketiga belas, puasa adalah eksprimen luar biasa bagi jiwa agar ia berada pada kondisi siap seratus persen untuk menanggung beban dan menghadapi persoalan; siap menunaikan pekerjaan-pekerjaan penting dan agung seperti jihad fi sabilillah; menginfakkan harta benda di jalan Allah dan berkurban.</p>
<p>ika, dikutip dari 30 Renungan Ramadhan karya Syaikh ‘Aidh Abdullah Al-Qarni<br />
Ramadhan adalah ‘Sepotong Taman Surga’</p>
<p>Pernahkah terbayang dalam benak kita mengenai “sepotong surga” yang melayang-layang di atas bentangan langit dunia? Ia diangkat tinggi-tinggi oleh sepasukan malaikat Allah dan diantarkan oleh para bidadari yang mengirimnya hingga ke langit terbawah.</p>
<p>Dalam “sepotong surga” ini tampak pula sepotong kolam yang berair tenang hingga kita dapat melihat diri kita sejelas-jelasnya. Jelas dosa-dosa kita, jelas pula kekurangan dan sifat alpa kita. Inilah tempat paling jujur bagi kita untuk melihat diri. Dan, dialah, Ramadhan yang kehadirannya selalu dinanti-nanti.</p>
<p>“Sepotong surga” ini sengaja dihidangkan Allah untuk para hamba-Nya. Ia, tentu saja diidam-idamkan oleh semua makhluk Allah. Berbeda dengan kilatan komet yang datang sekian puluh tahun sekali, “potongan surga” ini datang sekali setahun, selama satu bulan. Komet hanya sekilas lalu menghilang. Hanya dinikmati oleh mereka yang dekat dengan teropong. Tetapi potongan surga ini, sungguh luar biasa menakjubkan, diperuntukkan untuk semua hamba-Nya.</p>
<p>Baginda Rasul, Nabi Muhammad SAW, jauh-jauh hari sebelum bulan termulia ini datang, selalu melakukan persiapan-persiapan. Beliau menampakkan rasa gembiran serta keriangan tiada tara, karena bulan ini akan memberikan kesempatan emas bagi beliau dan terutama bagi umatnya.</p>
<p>Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan kasih sayang Allah, bulan ampunan Allah dan bulan di mana Allah membuka pendaftaran bagi hamba-Nya yang ingin dibebaskan dari sergapan dan jilatan api neraka.</p>
<p>Setelah sebelas bulan lamanya kita bergelimang dosa, badan ditaburi dengan makan-makanan yang syubhat serta haram, mata hanya menikmati pemandangan yang mengundang murka Allah, telingan hanya mendengarkan yang berbau maksiat, tangan digunakan untuk memeras; kini tiba saatnya, selama satu bulan, kita menahan ini semua.</p>
<p>Betapa sayang dan kasihnya Allah kepada kita, meski berjuta dosa menumpuk, meski serangkaian pengkhianatan kita lakukan, meski setiap janji dengan-Nya kita selalu menyertainya dengan pelanggaran, tetapi Allah tak pernah bosan untuk menyayangi kita.</p>
<p>Alangkah indahnya kasih Allah kepada kita, tetapi alangkah nistanya kita sebagai hamba-Nya. Setiap saat Allah antarkan nikmat-Nya kepada kita, tetapi setiap malam para malaikat-Nya juga mengantarkan catatan-catatan keburukan kita kepada Allah.</p>
<p>Maksiat kita kepada-Nya tiada henti tetapi ampunan Allah kepada kita juga tidak pernah terputus. Alangkah nikmatnya Ramadhan. Beruntunglah kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu Ramadhan karena tidak sedikit di antara saudara kita yang pernah bertemu Ramadhan tahun lalu, tetapi tak bisa menikmatinya tahun ini. Ketahuilah, ini semua terjadi karena kita masih disayang Allah. Janganlah kasih dan sayang-Nya kita balas dengan tindakan yang justru menistakan diri kita.</p>
<p>Untuk membasuh seluruh daki-daki dosa, untuk membersihkan sifat angkara murka, untuk menyucikan kembali jiwa kita, Allah telah memerintahkan para malaikat-Nya mengantarkan “sepotong surga” agar kita dapat membasuh diri, membersihkan jiwa serta menyucikan hati melalu bulan Ramadhan. Karena itu, jangan sia-siakan kedatangan Ramadhan ini, jangan telantarkan hidangan yang tengah disajikan para malaikat-Nya kepada kita.</p>
<p>Bulan ini akan mengajarkan kepada kita bagaimana melakukan pengendalian, bagaimana melakukan pelurusan serta bagaimana melakukan penjernihan terhadap rohani kita. Hal ini semua dapat dengan mudah dicapai bila kita secara sadar mampu mengendalikan nafsu, karena salah satu elemen kamanusiaan ini memang diciptakan Allah dengan kehendak tak terbatas. Nafsu selalu cenderung kepada hal-hal negatif (an-nafsul ammaaroh bis suu’) dan untuk menundukkannya kita harus bisa memberikan jalan dan ruang yang jelas agar nafsu dapat dimafaatkan dengan benar. Inilah sebenarnya barometer paling nyata yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk dapat mengukur kehambaan kita kepada-Nya.</p>
<p>Jika seorang hamba mampu mengendalikan nafsu dan memanfaatkannya dengan baik, maka nafsu (an-nafsul lawwamah) akan sangat membantu membangunkan stimulus dalam diri kita untuk selalu menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Allah. Kalau bisa, malah meletakkan kehendak Allah di atas kehendak kita.</p>
<p>Menikmati makanan karena lapar, merasakan kesejukan air karena dahaga, dan berhubungan intim karena memenuhi kebutuhan biologis, adalah kehendak kita. Di bulan Ramadhan, kita mencoba mengendalikan kehendak-kehendak ini di bawah kendali kehendak Allah. Allah berkehendak agar kita berpuasa dari makan, menahan dahaga serta menjauhi hubungan intim.</p>
<p>Ini semua harus kita lakukan meski kita meyakini benar harta yang kita makan adalah milik kita, air yang kita minum adalah milik kita, dan wanita yang kita gauli adalah istri kita. Puasa bukan sekadar melarang kita untuk melakukan hal-hal yang diharamkan Allah, tetapi apa yang menjadi hak kita pun harus dibatasi dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Pada strata ini, kita baru sukses menjadi orang yang berpuasa “shoumul ‘umum”.</p>
<p>Pada strata lanjutan, seorang hamba akan disebut mampu menangkap pesan moral ibadah puasa ketika ia bukan sebatas menahan makan, minum, dan seks, tetapi bila ia berhasil mengendalikan pembicaraannya, pendengarannya, dan pandangannya.</p>
<p>Bulan ini akan mampu mengantarkan kita melakukan “shoumul khusus”, kalau kita mampu puasa bicara. Kita bukan sekadar mampu mengendalikan lidah untuk tidak menggunjing, menfitnah, berbicara kotor, karena di luar bulan Ramadhan pun hal itu tak boleh kita lakukan. Kondisi ini akan semakin baik jika kita juga mampu melakukan puasa mendengarkan.</p>
<p>Bukan sekadar berpuasa mendengarkan yang jelek-jelek, karena di luar bulan Ramadhan pun hal itu sudah jelas-jelas dilarang. Kita mencoba mendengarkan yang baik serta membiasakan telinga kita menyimpan hal-hal yang baik. Begitu pula dengan puasa melihat. Kalau jenjang ini berhasil kita lakukan, maka strata kita sudah meningkat menjadi “shoumu khususil khusus”.</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183).</p>
<p>Jika bangsa ini merasa betapa berlimpahnya kesulitan menghadang, seakan tidak ada lagi harapan, maka Ramadhan adalah saat di mana Allah tidak akan mengecewakan hamba-hamba-Nya. Karena itu, seharusnya kita bersimbah air mata karena kerinduan yang mendalam ingin mendapatkan jaminan Allah SWT.</p>
<p>Baginda Rasul pernah bersabda, “Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.</p>
<p>Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini. Wallaahu a’lamu bis-shawaab. (RioL)</p>
<p>Oleh : KH Hasyim Muzadi</p></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gibranisme.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gibranisme.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gibranisme.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gibranisme.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gibranisme.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gibranisme.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gibranisme.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gibranisme.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gibranisme.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gibranisme.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gibranisme.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gibranisme.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gibranisme.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gibranisme.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=45&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/20/ramadhan-adalah-sepotong-taman-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f34792f96f6d149d119bd85a5130377?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmi Taufiq Zain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengantar Sistem Pakar (Expert System)</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/19/pengantar-sistem-pakar-expert-system/</link>
		<comments>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/19/pengantar-sistem-pakar-expert-system/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 08:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmi Taufiq Zain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gibranisme.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Bagi mereka yang berminat membuat TA tentang sistem pakar , silahkan baca referensi dibawah ini. Materi ini disampaikan oleh Herman Tolle, ST.,MT.(malang) Artike Pengantar ini sangat perlu dipahami jika ingin membuat tugas akhir berupa sistem pakar. PENGANTAR SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM) DEFINISI SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM): Sebuah program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=41&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p>Bagi mereka yang berminat membuat TA tentang sistem pakar , silahkan baca referensi dibawah ini. Materi ini disampaikan oleh Herman Tolle, ST.,MT.(malang) Artike Pengantar ini sangat perlu dipahami jika ingin membuat tugas akhir berupa sistem pakar.</p>
<p><strong>PENGANTAR SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM)</strong><br />
DEFINISI SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM):</p>
<ul>
<li>Sebuah program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar (human expert).</li>
</ul>
<p>APA ITU PAKAR/AHLI (EXPERT) ?</p>
<ul>
<li>Seorang pakar/ahli (human expert) adalah seorang individu yang memiliki kemampuan pemahaman yang superior dari suatu masalah. Misalnya: seorang dokter, penasehat keuangan, pakar mesin mobil, dll.</li>
<li>Kemampuan kepakaran: Dapat mengenali (recognizing) dan merumuskan masalah, Menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat, Menjelaskan solusi,Belajar dari pengalaman,Restrukturisasi pengetahuan,Menentukan relevansi/hubungan,Memahami batas kemampuan</li>
</ul>
<p>APA ITU KEPAKARAN/KEAHLIAN (EXPERTISE) ?</p>
<ul>
<li>Pemahaman yang luas dari tugas atau pengetahuan spesifik yang diperoleh dari pelatihan, membaca dan pengalaman.</li>
<li>Jenis-jenis pengetahuan yang dimiliki dalam kepakaran:Teori-teori dari permasalahan,Aturan dan prosedur yang mengacu pada area permasalahan,Aturan (heuristik) yang harus dikerj akan pada situasi yang terjadi,Strategi global untuk menyelesaikan berbagai jenis masalah,Meta-knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan),Fakta-fakta</li>
</ul>
<p>APA ITU PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) ?</p>
<ul>
<li> Data + processing = informa tion</li>
<li>Information + processing (pengalaman, training, dll) = knowledge</li>
</ul>
<p>Alasan mendasar mengapa ES dikembangkan untuk menggantikan seorang<br />
pakar:</p>
<ul>
<li>Dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan diberbagai lokasi</li>
<li>Secara otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan seorang pakar. Seorang Pakar akan pensiun atau pergi.</li>
<li>Seorang Pakar adalah mahal</li>
<li>Kepakaran dibutuhkan juga pada lingkungan yang tidak bersahabat (hostile environtment)</li>
</ul>
<p>PEMINDAHAN KEPAKARAN<br />
Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang<br />
dimiliki seorang pakar kedalam komputer, dan kemudian kepada orang lain<br />
(nonexpert).<br />
Aktifitas yang dilakukan untuk memindahkan kepakaran:<br />
1. Knowledge Acquisition (dari pakar atau sumber lainnya)<br />
2. Knowledge Representation (ke dalam komputer)<br />
3. Knowledge Inferencing<br />
4. Knowledge Transfering</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gibranisme.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gibranisme.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gibranisme.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gibranisme.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gibranisme.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gibranisme.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gibranisme.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gibranisme.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gibranisme.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gibranisme.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gibranisme.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gibranisme.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gibranisme.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gibranisme.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=41&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/19/pengantar-sistem-pakar-expert-system/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f34792f96f6d149d119bd85a5130377?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmi Taufiq Zain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips OverClock secara Praktis</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/19/tips-overclock-secara-praktis/</link>
		<comments>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/19/tips-overclock-secara-praktis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 08:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmi Taufiq Zain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gibranisme.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[kalo pertama kali kita denger kata overclock pasti yang kita banyangin adalah serem n kita takut komputer kita meledak lah,,,,,, eits tunggu dulu nech, dibawah ini saya nguntil dari web empunya OC supaya kita aman-aman saja dlam nge-OC komputer kita,,, masih mau dilanjut, yawdah dech kita langsung aza ke tips OC yang praktis y: 1. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=39&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kalo pertama kali kita denger kata overclock pasti yang kita banyangin adalah serem n kita takut komputer kita meledak lah,,,,,, eits tunggu dulu nech, dibawah ini saya nguntil dari web empunya OC supaya kita aman-aman saja dlam nge-OC komputer kita,,, masih mau dilanjut, yawdah dech kita langsung aza ke tips OC yang praktis y:<br />
<span style="font-weight:bold;">1. Kenali sistem kita!</span><br />
Cari tau sebanyak2nya tentang sistem yg mau kita o/c.Contohnya <span style="font-style:italic;">core</span> prosesor,clockspeed,merk mobo,chipset mobo,bios,merk ram,chip ram,spec ram,power supply,pendingin dr mobo sama prosesor,dsb. Pake aj software kayak cpu-z(wajib buat o/c <img src="http://students.stttelkom.ac.id/web/images/smiles/icon_biggrin.gif" alt="Very Happy" />),sisoft sandra,everest,dsb. Bongkar pula komputer buat ngeliat dalemannya. Ini penting, soalnya tiap komponen punya karakteristik sendiri2.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">2. Ubah setting BIOS</span><br />
Masuk ke dalam bios (jgn bilang nggak tau lo ya).Cari aj di advanced menu ato semacamnya. Khusus untuk mobo Gigabyte biasanya perlu Ctrl+F1 dulu baru keluar.<br />
- Ubah FSB<br />
Naikin aj FSB dikit2 (misal per 10 MHz),trs coba restart n masuk Windows.<br />
Coba dengan software benchmark semacam Super-PI ato 3Dmark ato semacamnya,pokoknya program2 berat. Klo lancar masuk ke bios lagi n naikin lagi FSBnya.<br />
- Biar RAM nggak jadi beban,pake rasio FSB:RAM=1:1. Jadi jika FSB=200MHz maka RAM jadi 200MHz juga. Komp skr kan biasanya pake DDR2 667,shg frequensi dr RAM defaultnya 333MHz. Dengan begitu kita bisa naikin FSB sampe 333MHz tanpa membebani RAM. Biasanya di Bios buat milih rasio caranya disuruh milih jenis RAMnya,pilih aj DDR400 buat rasio 1:1. Ada juga yg bisa langsung milih rasionya.<br />
- Atur timing memori (CAS latency,RAS to CAS,RAS Precharge,tRAS,tRC,dsb) selonggar2nya. Caranya dengan mengambil nilai yg besar. Misalnya 5-5-5-15-20 kita besarin jadi 6-6-6-19-26.<br />
- Jika dah nggak stabil lagi,baru naikin tegangan Vcore (V prosesor),V DIMM (V RAM), VDD,dsb. Jangan gede2. Soalnya ini berpengaruh langsung ke panas dari komponen. Biasanya kenaikan 10% masih aman buat komponen. Untuk VDIMM,ini tergantung dari modul RAM. Jika PCB tebel,ini bisa disetrom sampe 2,4V,tp klo tipis,lebih baik jgn ngelebihi 2,2V.<br />
- Uji coba dengan setting lain,misalkan dengan FSB:rasio yg berbeda. Dalam beberapa kasus,modul RAM nggak bisa berjalan pd frequensi yg rendah(spt punyaku),jd harus pake rasio 4:5 malah bisa berjalan.<br />
- Untuk prosesor AMD,perhatikan juga frequensi dari Hyper Transport. Defaultnya biasanya 1000MHz. Biar aman taruh aj Hyper Transport ke frequensi 600MHz dulu. Caranya dengan mengganti multiplier dari hyper transport ke yang lebih rendah.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">3. Perhatikan suhu dari sistem</span><br />
Sering2 lihat suhu sistem. Musuh utama o/c adalah suhu. Jadi setiap habis nyobain,liat dulu suhu dr sistem. Usahakan jgn sampe melebihi 60 C. Hati2,kadang2 suhu di bios bisa menipu. Lebih baik rasakan langsung dengan tangan. Jika dah panas lebih baik jangan lanjutin o/c ato ganti pendingin dgn yg lebih baik. Pake thermal grease yg berkualitas juga. Air flow casing dijaga.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">4. Jika perlu lakukan Update BIOS</span><br />
Update BIOS kadang2 bisa membantu mengatasi masalah o/c.Misalnya dengan menambah menu yg bisa diatur,dsb. Bisa juga memperbaiki sensor dari suhu. Cuma hati2 dengan proses updatenya. Klo gagal bisa mati mobonya. Bisa menggunakan BIOS dr produsen ato BIOS mod. Tempat yg baik utk mencari BIOS mod adalah rebelheaven.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Error yg biasanya muncul:</span><br />
- Windows tidak mau booting (restart di tengah jalan) &#8212;&gt;biasanya V prosesor kurang. Naikin aj dikit.<br />
- Windows memory dump &#8212;&gt; biasanya gara2 memori dah nggak kuat ngangkat. Longgarin timing ato tambah V DIMM. Pengubahan rasio kadang bisa membantu.<br />
-Komp nggak mau hidup &#8212;&gt; Clear CMOS dulu baru turunin FSB prosesor.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Panduan untuk o/c ringan</span><br />
Cukup lakukan langkah ubah FSB sama timing aj. Biasanya dah bisa naik cukup banyak. Tergantung komponen. Yang paling tinggi dengan ubah FSB dan timing saja,/me berhasil naikin Prosesorku (Athlon 64 X2 4000+ core Brisbane @ 2,1GHz) ke 2,7 GHz. Lumayan kan. Apalagi untuk sistem AMD yg transfer memorinya tergantung dr clock speed.</p>
<p>Yah,biasanya itu aj sih yg biasanya kucoba. Klo o/c extreme perlu langkah2 selain diatas. Pertanyaan lebih lanjut bisa dilanjutin di Students&gt;Computer n Networks&gt;Computer Overclocking. Ntar klo sempet kulanjutin ke o/c VGA.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Kosakata:</span><br />
Core &#8212;&gt; Inti dari prosesor. Tiap prosesor mempunyai spesifikasi sendiri2. Jadi jika ada Athlon 64 3200+ belum tentu sama dgn yg lain. Ada yg berbeda tegangan, fabrikasi, jumlah Watt, dsb. Punya nama2 sendiri2 seperti Brisbande,Windsor,conroe,Prescot,dsb.<br />
FSB &#8212;&gt; Front Side Bus. Bus/jalan yang menghubungkan antara chipset dengan prosesor (+memori untuk sistem Intel).<br />
Chipset &#8212;&gt; polisi data dari motherboard. Jika prosesor sbg pengolah data, maka chipset merupakan polisi yg mengatur data2 yg mau lewat ke prosesor atau ke perangkat yg lain.<br />
Hyper Transport &#8212;&gt; teknologi dr AMD yg mampu membawa data dengan kecepatan tinggi dr prosesor ke chipset.<br />
Clear CMOS &#8212;&gt; proses untuk mengembalikan ke setting default BIOS. Biasanya dengan mengganti posisi jumper di mobo dr 1-2 ke 2-3.<br />
o/c &#8212;&gt; overclock,menaikkan frequensi dr komponen di atas standar<br />
timing memori &#8212;&gt; kecepatan RAM untuk mengakses data,biasanya semakin kecil semakin cepat.</p>
<p>nguntil dari : students.stttelkom.ac.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gibranisme.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gibranisme.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gibranisme.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gibranisme.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gibranisme.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gibranisme.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gibranisme.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gibranisme.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gibranisme.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gibranisme.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gibranisme.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gibranisme.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gibranisme.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gibranisme.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=39&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/19/tips-overclock-secara-praktis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f34792f96f6d149d119bd85a5130377?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmi Taufiq Zain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://students.stttelkom.ac.id/web/images/smiles/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Very Happy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Serial Number Software lewat search enngine Google</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/17/mencari-serial-number-software-lewat-search-enngine-google/</link>
		<comments>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/17/mencari-serial-number-software-lewat-search-enngine-google/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 07:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmi Taufiq Zain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gibranisme.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Sudah mati-matian cari serial number di internet, buntutnya cuman masuk ke situs porno saja !!! Trus, Ada teman yang kasih tahu caranya yang lebih mudah. Ternyata cuman pake Google saja, bisa nemu tidak kurang dari 1 detik !!! (kalau koneksi ndk lambat lo ya..) NOTE : CUMAN SEBAGAI PEMBELAJARAN SAJA. HASIL dan RESIKO DITANGGUNG SENDIRI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=30&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah mati-matian cari serial number di internet, buntutnya cuman masuk ke situs porno saja !!!</p>
<p>Trus, Ada teman yang kasih tahu caranya yang lebih mudah. Ternyata cuman pake Google saja, bisa nemu tidak kurang dari 1 detik !!! (kalau koneksi ndk lambat lo ya..)</p>
<p><strong>NOTE : CUMAN SEBAGAI PEMBELAJARAN SAJA. HASIL dan RESIKO DITANGGUNG SENDIRI <img class="wp-smiley" src="http://iputusundika.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> </strong></p>
<p>Misal cari serialnya Window XP, ketikkan saja di Google : “Windows XP Professional” 94FBR</p>
<p>dijamin serialnya langsung nongol.  Kode 94FBR itu, saya juga ndk tahu detilnya. Tapi kok semua software bisa pake itu ya =))</p>
<p>ok deh sobat, kalo gitoch met mencoba&#8230;..</p>
<p><em>and last&#8230;.. give your comment please&#8230;!!</em></p>
<p>disunting dari : iputusundika.net</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gibranisme.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gibranisme.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gibranisme.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gibranisme.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gibranisme.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gibranisme.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gibranisme.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gibranisme.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gibranisme.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gibranisme.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gibranisme.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gibranisme.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gibranisme.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gibranisme.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gibranisme.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gibranisme.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=30&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gibranisme.wordpress.com/2008/09/17/mencari-serial-number-software-lewat-search-enngine-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f34792f96f6d149d119bd85a5130377?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmi Taufiq Zain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iputusundika.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How to use LMHOST</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/18/how-to-use-lmhost/</link>
		<comments>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/18/how-to-use-lmhost/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 08:52:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmi Taufiq Zain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gibranisme.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[The Lmhosts file is a local text file that maps Internet Protocol (IP) addresses to NetBIOS names of remote servers with which you want to communicate over the TCP/IP protocol. The Lmhosts file is located in the %SystemRoot%\System32\Drivers\Etc folder on a Windows computer. The file is named LMHOSTS.SAM, and must be renamed to LMHOSTS before [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=29&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Tahoma;">The Lmhosts file is a local text file      that maps Internet Protocol (IP) addresses to NetBIOS names of remote      servers with which you want to communicate over the TCP/IP protocol. </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">The Lmhosts file is located in the %SystemRoot%\System32\Drivers\Etc      folder on a Windows computer. The file is named LMHOSTS.SAM, and must be      renamed to LMHOSTS before it can be used. Since an LMHOSTS file contains a      static computer name to IP address mapping, it may cause conflicts if you      are also using DHCP to dynamically assign IP addresses or the computer IP      changed.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">You experience name resolution issues      on your TCP/IP network, especially for a small business with WINS server,      you may want to use Lmhosts files to resolve NetBIOS names</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Tahoma;">Sample Lmhosts      File</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">192.168.0.11 Bob #PRE<br />
192.168.0.25 ms-mvps #PRE</p>
<p><strong>Sample lmhosts file for pointing to a domain</strong></span></p>
<p class="list1" style="background:#eeeeee none repeat scroll 0 50%;margin:12pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Courier New;color:black;"> 10.0.0.1 PDCNAME #PRE #DOM:DOMAIN-NAME </span></p>
<p class="list1" style="background:#eeeeee none repeat scroll 0 50%;margin:12pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Courier New;color:black;"> 10.0.0.1 &#8220;DOMAIN-NAME x1b&#8221; #PRE </span></p>
<p class="list1" style="background:#eeeeee none repeat scroll 0 50%;margin:12pt;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Courier New;">Or</span></span></p>
<p class="list1" style="background-image:none;background-repeat:repeat;background-attachment:scroll;margin:12pt;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Courier New;">10.0.0.1  MS-MVP       #PRE  #DOM:CHICAGOTECH</span></span></p>
<p class="list1" style="background-image:none;background-repeat:repeat;background-attachment:scroll;margin:12pt;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Courier New;">10.0.0.1       &#8220;CHICAGOTECH  x1b&#8221;  #PRE</span></span></p>
<p><strong><span style="font-family:Tahoma;">Note</span></strong><span style="font-family:Tahoma;"> The domain name in this entry is case sensitive. Make sure that you use      uppercase characters for the domain name. If you use lowercase characters      for the domain name, NetBT does not recognize the name.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">To reload of the NBT Remote Cache Name      Table, use this command: </span><strong><span style="font-family:Tahoma;">nbtstat -R.</span></strong><span style="font-family:Tahoma;"> To display</span><strong><span style="font-family:Tahoma;"> </span></strong> <span style="font-family:Tahoma;">of the NBT Remote Cache Name Table</span><strong><span style="font-family:Tahoma;"> nbtstat -C.</span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gibranisme.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gibranisme.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gibranisme.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gibranisme.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gibranisme.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gibranisme.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gibranisme.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gibranisme.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gibranisme.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gibranisme.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gibranisme.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gibranisme.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gibranisme.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gibranisme.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gibranisme.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gibranisme.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=29&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/18/how-to-use-lmhost/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f34792f96f6d149d119bd85a5130377?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmi Taufiq Zain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al-Biruni</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/al-biruni/</link>
		<comments>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/al-biruni/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 09:15:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmi Taufiq Zain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/al-biruni/</guid>
		<description><![CDATA[I. Sekilas Tentang al-Biruni Selama ini, jika berbicara mengenai ahli sejarah dan sosiologi muslim yang dilahirkan oleh zaman keemasan abad pertengahan Islam, kita selalu menyebut nama Ibn Khaldun. Meskipun bisa sepenuhnya dibenarkan, kebiasaan tersebut cendrung mengabaikan kontribusi nama-nama lain, yang barangkali tak kalah penting dari Ibn Khaldun. Diantara ahli sejarah dan sosiologi yang mendahului Ibn [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=28&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="storycontent"><strong>I. Sekilas Tentang al-Biruni</strong> </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> Selama ini, jika berbicara mengenai ahli sejarah dan sosiologi muslim yang dilahirkan oleh zaman keemasan abad pertengahan Islam, kita selalu menyebut nama Ibn Khaldun. Meskipun bisa sepenuhnya dibenarkan, kebiasaan tersebut cendrung mengabaikan kontribusi nama-nama lain, yang barangkali tak kalah penting dari Ibn Khaldun. Diantara ahli sejarah dan sosiologi yang mendahului Ibn Khaldun adalah Abu Rayhan al-Biruni. Sebenarnya ia bukan tidak dikenal sama sekali, akan tetapi reputasinya lebih dikenal sebagai ahli-ahli ilmu kealaman (<em>natural science</em>).</span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> Abu Rayhan al-Biruni (362-440 H/937-1048 M) hidup pada periode yangn didalamnya kebudayaan Islam sedang berada pada puncak prestasinya. Suatu masa dimana sarjana-sarjana hebat semisal Ibn Sina hidup. Pada sekitar abad ke-4/ke-10 dan ke-5/ke-11, dimensi empiris dan positifis dari ilmu pengetahuan kaum Muslimin mulai dibangun, dan para sarjana mulai menulis buku-buku dalam berbagai lapangan ilmu pengetahuan dan filsafat. Adalah suatu hal yang lumrah, sebagaimana halnya para sarjana muslim lainnya, jika al-biruni dipengaruhi oleh beberapa prinsip didalam kebudayaan Islam, yaitu : (1) kepercayaan kepada ajaran-ajaran fundamental Islam; (2) kelaziman tatanan hierarkis; (3) keharmonisan akal dan wahyu. Ia mendasarkan karya dan penelitiannya kepada bangunan ajaran-ajaran islam.</span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> Dalam bukunya <em>al-Fihrist</em>, ibn an-Nadim menyatakan bahwa buku-buku yang pernah ditulisnya 113 buah. Dengan <em>al-Fihrist, </em> jumlah itu genap menjadi<em> </em>114 buah. Tentu saja, tidak semua karya-karya tersebut bisa ditemukan sekarang. Mayoritas karya-karya tersebut sudah hilang termakan waktu dan sebagian lagi hilang karena bencana-bencana politik yang terjadi pada zamannya. Apabila diperhatikan, tampak bahwa al-biruni embagi karya-karyanya kedalam 10 kategori, yaitu : komentar-komentar, lampiran-lampiran, catatan-catatan, versi-versi, tabel-tabel astronomi, yang telah diedit dan diperiksa, yang disusun oleh ahli-ahli astronomi terdahulu, serta tabel-tabel dan risalah-risalah mengenai astronomi dan ilmu sejenis; buku-buku mengenai letak wilayah-wilayahgeografis dan arah kiblat; buku-buku mengani matematika; mengani cahaya dan optik; mengenai instrumen-instrumen ilmu astronomi; mengenai waktu dan periodisasi; mengenai benda-benda ruang angkasa; karya-karya mengenai hukum astronomi; dongeng-dongeng dan cerita-cerita; karya-karya mengenai kepercayaan, kredo, dan agama. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> Klasifikasi diatas menunjukan bahwa al-Biruni, sebagaimana sarjana-sarjana lainnya, menganut klasifikasi tentang ilmu pengetahuan, dimana ilmu-ilmu kemanusiaan memperoleh status tersendiri. Klasifikasi tersebut jika diringkaskan menjadi tiga klasifikasi besar, yaitu : ilmu-ilmu fisika, ilmu-ilmu matematika dan ilmu-ilmu sosial. Disamping itu, satu hal lagi al-Biruni telah melangkah lebih jauh jika dibandingkan dengan para pemikir sebelumnya, sebab dia tidak saja berhenti pada klasifikasi umum ilmu pengetahuan , akan tetapi juga membuka lembaran baru dalam studi mengani manusia dan pengetahuannya, seperti studi tentang agama-agama, mitos-mitos, sejarah, budaya, bahasa dan lain sebagainya. Lagipula, untuk setiap kelompok ilmu-ilmu itu terdapat suatu metode spesifik yang digunakan. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"><strong>II. metode umum al-Biruni</strong> </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> Metode al-Biruni mengundang banyak tanggapan hebat pada masanya, dan didalam beberapa segi metode itu secara mencolok berbeda dari metode-metode yang digunakan oleh Ibnu Sina. Dengan memperhatikan bahwa ia menjalankan studi mengenai berbagai persoalan dan menerapkan metode khasnya pada setiap persoalan tersebut, oleh karena itu tidak mungkin dia dikatakan sebagai tokoh empiris murni. Originalitas metodenya dalam menerapkan matematika ke dalam studi kemanusiaan dan ilmu-ilmu sosial, upayanya untuk menangkap kejadian-kejadian sejarah dengan menemukan sebab-sebanya, dan tekanannya kepada observasi dan eksperimentasinya; kesemuanya itu membingungkan para pengkritisinya. Hal tersebut juga menunjukan bahwa seolah-olah al-Biruni bukanlah produk umum dari kondisi intelektual pada masanya. Pandanganya berbeda dengan pandangan-pandangan Ibnu Sina dan al-Farabi. Meskipun demikian, gagasan-gagasan al-Biruni dipengaruhi oleh kebudayaan Islam, tak pernah terjadi konflik antara semangatnya dengan semangat para sarjana selainnya. Kejeliannya terlihat dalam kemampuan untuk menemukan suatu metode penelitian baru. Untuk memperjelas metode yang ia gunakan, beberapa karakteristik dibawah ini perlu penulis eksplorasi. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> Metode pertama yang ia gunakan adalah <strong><em>pendekatan yang realistik</em></strong>. Dalam melakukan suatu kajian sejarah masyarakat dan alam, al-Biruni menyandarkan diri kepada fakta-fakta dan bersikeras menyingkarkan prasangka-prasangka dari akal pikirannya. Metode kedua yang ia gunakan adalah <strong><em>memisahkan antara penilaian dan fakta</em>. </strong> Kelebihan yang paling tampak dalam metode al-Biruni adalah tiadanya intervensi pandangan maupun keyakinan para peneliti dlam menilai keyakinan dan sistem nilai masyarakat serta orang-orang yang ditelitinya. al-Biruni tidak pernah menyalahkan keyakina yang tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat yang sedang ditelitinya, melainkan menganggap keyakinannya tersebut sebagai sesuatu yang amat berharga untuk diteliti dan diselidiki asal-usul dan fungsinya. Metode yang khas seperti ini dapat kita lacak dalam karya-karyanya mengenai berbagai keyakinan masyarakat India, khususnya yang nerkaitan dengan perkawinan, agama dan magis. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> Metode ketiga yang ia gunakan adalah <strong><em>pendekatan yang logis dan analitis.</em></strong> Metodenya didirikan atas dasar bahwa, didalam melakukan studi-studi mengenai sejarah dan problem-problem sosial, suatu upaya harus dijalankan untuk memformulasikan premis-premis pokoksecara logis, yang dengannya langkah menuju pencapaian keenaran menjadi terbuka lebar dan mungkin. Mengenai masalah ini, ia menjabarkan pandangannya dalam bukunya <em>Qânûn al-Mas&#8217;ûdi. </em> Dalam hal ini, ia mengajukan kritik-kritik terhadap para sejarawan terdahulu yang telah memaparkan berbagai macam peristiwa tanpa mengadakan suatu penafsiran dan analisa atas watak dan karakrteristiknya.</span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> Metode selanjutnya yang ia gunakan adalah <strong><em>pendekatan matematis</em>. </strong> al-Biruni adalah seorang yang sangat ahli matematika, dan semangat matematikanya itu tamak jelas dalam segenap upayanya untuk membangun pandangan-pandangan dan teori-teorinya. Inilah yang membuat pendekatannya selalu kritis dan analitis. Dalam melakukan studi sejarah dan sosiologis, al-Biruni menerapkan metode matematis untuk memperjelas dan sekaligus memperkecil simpangan perhitungan mengenai berbagai fakta dan peristiwa. Menurut para orientalis dan para ahli yang menekuni karya-karyanya, al-Biruni adalah orang yang pertama kali menggunakan pendekatan matematis dalam penelitian ilmiah. Kedua karyanya, <em>al-Âtsar al-Bâqiyah </em> dan <em>tahqîq mâ li al-Hind, </em> penuh dengan kosa kata dan metode-metode matematis. Ia memenuhi karya-karyanya tersebut dengan tabel-tabel dan grafik-grafik untuk sampai kepada deskripsi fakta secara jelas. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"><strong>III. Pendekatan Antropologi Al-Biruni Terhadap Realitas</strong> </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> al-Biruni menerapkan metodenya yang khas didalam melakukan studi terhadap masyarakat India. Bidang kajiannya meliputi hal-hal berikut : hukum dan tradisi, pola-pola kekeluargaan (perkawinan, hubungan darah, dan lain sebagainya), kelas-kelas sosial, ritus dan ajaran-ajaran agama, tingkah laku dan adat istiadat. Selanjutnya akan dideskripsikan secara singkat dibawah ini. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> <em>Hukum dan tradisi </em> . al-Biruni telah memberikan perhatian yang besar terhadap dua masalah, yaitu asal mula hukum-hukum agama, dan kenyataan bahwa hukum-hukum keagamaan tersebut telah menjadi faktor penentu didalam struktur sosial masyarakat, khususnya masyarakat India yang ia teliti. Dalam konteks ini, al-Biruni mengacu misalnya kepada penyembelihan sapi, perkawinan, sistem kasta, dan cara bangsa india dalam memandang kejadian-kejadian dalam sejarah. Ia melihat bahwa bangsa india mempunyai orientasi umum yang bersifat keagamaan. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> <em>Pola-pola hubungan kekerabatan. </em> Tanpa potensi yang biasa menghinggapi sosiolog zaman sekarang, al-Biruni mengemban tugas penelitian mengenai sebab-sebab yang memunculkan fenomena ini. Dalam <em>tahqîq mâ li al-Hind </em> (h. 469), setelah memberikan definisi tentang pernikahan, ia menulis : <em>“setiap orang mempunyai adat istiadat mengenai perkawinan, khususnya mereka yanng memiliki syari&#8217;at atau perintah dari Tuhannya”</em>. Pernyataan tersebut mengandung beberapa nilai; <em>pertama, </em> perkawinan adalah suatu lembaga umum pada semua bangsa. <em>Kedua,</em> setiap bangsa memiliki adat istiadat dan norma-norma tersendiri menyangkut perkawinan. <em>Ketiga,</em> adat istiadat dan norma-norma dari berbagai bangsa dan manusia menyangkut perkawinan didasari atas keprcayaan keagamaan dan perintah-perintah suci. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> <em>Kelas-kelas sosial</em>. Walaupun masalah Kelas-kelas sosial merupakan bidang kajian tersendiri dalam sosiologi, al-Biruni meletakannya dalam pendekatan antropologis, sebabia memusatkan diri pada dua gugus besar persoalan yaitu; pertama, tentang asal-usul dan bentuk kelas. Kedua, tentang fungsi kelas didalam masyarakat. Dalam studinya mengenai kelas sosial, al-Biruni telah berusaha keras untuk mendefinisikan kelas. Ciri-ciri dari sistem kasta bisa ditentukan berdasarkan studinya. Studinya meliuti hal-hal : startifikasi masyarakat kedalam kelompok-kelompok tertentu atas dasar keturunan, spesifikasi fungsi masing-masing kasta dalam masyarakat, tidak ada perpindahan dari satu kasta kepada yang lainnya, perkawinan antar kasta, dan gambaran khas masing-masing kasta. Ia percaya bahwa karena agama menentukan hakikat dari suatu sistem sosial, maka ia juga akan menentukan sanksi-sanksi kasta tersebut. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> <em>Agama. </em> India merupakan masyarakat beragama dengan kepercayaan dan cara-cara peribadatan yang berbeda-beda. Siapapun sarjana yanng ingin menelitinya, akan segera dipusingkan dengan pemilihan subjek penelitiannya. al-Biruni juga mengalami hal yang sama ketika berhadapan dengan pluralisme agama. Karena itu pulalah ia tidak terjun meneliti secara detail masing-masing agama tersebut, melainkan membatasinya pada penelitian umum mengenai tiga unsur pokok. <em>Pertama,</em> keyakinan keagamaan. Dalam hal ini al-Biruni berhadapan dengan keyakinan-keyakinan kitab-kita, ritus-ritus, dan praktek-praktek orang india sebagaimana masyarakat lain. <em>Kedua,</em> penyembahan berhala. Dalam hal keyakinan, al-Biruni membagi masyarakat india kedalam dua kelas, yaitu masyarakat awam dan masyarakat elit yang memiliki budaya serta kondisi keagamaan tertentu. Masyarakat elit tidak dapat menerima suatu apapun hingga memuaskan mereka secara rasional. Sementara itu, masyarakat awam dipengaruhi oleh yang tampak secara lahiriah, dan mereka menyembah apa saja. Dikalangan masyarakat yang terakhir ini penyembah berhala merupakan hal yang sangat umum. <em>Ketiga,</em> magis dan ilmu sihir. Satu diantara topik-topik yang berkaitan dengan studi agama, menurut al-Biruni adalah <em>magic </em> dan <em>alchemy</em>. Disini ia berhadapan dengan permasalahan seperti asal-usul magik, kepercayaan masyarakat terhadap magik, hubungan antara sosio-ekonomi masyarakat dengan magik, magik dan hubungannya dengan agama dan ilmu pengetahuan. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"> <em>Tingkah laku dan adat istiadat.</em> Sebagaimana sering diungkapkan, al-Biruni adalah sosok yang bergelut dengan masalah-masalah norma dan tradisi umum yang berlaku di India. Ia membahas permasalahan-permasalahan tersebut dalam beberapa karyanya yaitu, <em>tahqîq mâ li al-Hind, al-Âtsar al-Bâqiyah, ma&#8217;âdin al-jawâhir </em> dan <em>al-Jawâhir</em>. Seperti para antropolog pada umumnya, al-Biruni menerapkan suatu teori dan metode khusus dalam penelitiannya. Pertama, ia membuat satu perbandingan dan kontras antara adat istiadat masyarakat india dengan Yunani dan Persia. Misalnya, dengan meneliti adat dan tatacara perkawinan, al-Biruni telah membandingkan masyarakat india dengan masyarakat Yunani dan persia. <em>Kedua, </em> ia masuk untuk kegunaan dan fungsi adat istiadat didalam masyarakat. Misalnya, sambil memberikan catatan mengenai “adat untuk tidak mencukur rambut dimasyarakat india”, ia menyatakan bahwa adat istiadat itu justru berjalan diatas dogma-dogma agama. Selanjutnya ia medeskripsikan tingkah laku dan tatacara berkenaan dengan permainan catur, pengetahuan kosmologi, pakaian, relasi-relasi sosial, perkawinan dan perjamuan. Dalam mendeskripsikan adat istiadat, al-Biruni menaruh perhatian pada sebab-sebab, penggunaan dan fungsi masing-masingnya. walaupun, fungsi dari adat istiadat itu dalam perkembangannya mengalami perubahan-perubahan, perhtian kita terhadapnya masih sangat penting. </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"><strong><em>Fareed Ridwanullah</em></strong> </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"><strong><em>Mahasiswa Falsafah Dan Peradaban </em></strong> </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"><strong><em>Universitas Paramadina Jakarta</em></strong> </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent"><strong>Sumber bacaan</strong> </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent">Taqi Azad Ara Makki dalam jurnal <em>Ulumul Qur&#8217;an, </em> edisi 4, vol 1, tahun 1990 M / 1410 H </span></p>
<p><span class="storycontent"> </span></p>
<p><span class="storycontent">www. Wikipedia. org</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gibranisme.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gibranisme.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gibranisme.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gibranisme.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gibranisme.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gibranisme.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gibranisme.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gibranisme.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gibranisme.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gibranisme.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gibranisme.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gibranisme.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gibranisme.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gibranisme.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gibranisme.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gibranisme.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=28&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/al-biruni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f34792f96f6d149d119bd85a5130377?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmi Taufiq Zain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBNU SINA</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/ibnu-sina/</link>
		<comments>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/ibnu-sina/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 09:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmi Taufiq Zain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gibranisme.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Nama lengkapnya Abu Ali Al-Husain Ibnu Abdullah Ibnu Sina. Lahir pada 980 di Ifsyia Karmitan, Asia Tengah, dan wafat pada 1037. Pada usia 10 tahun, ia sudah hafal Alquran. Ibnu Sina dikenal sebagai the faher of doctors (bapak kedokteran). Selain kedokteran, ia juga menguasai fisika, matematika, astronomi, sejarah, dan filsafat dan kedokteran. Sebagai dokter, ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=27&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama lengkapnya Abu Ali Al-Husain Ibnu Abdullah Ibnu Sina. Lahir pada 980 di Ifsyia Karmitan, Asia Tengah, dan wafat pada 1037. Pada usia 10 tahun, ia sudah hafal Alquran.</p>
<p>Ibnu Sina dikenal sebagai the faher of doctors (bapak kedokteran). Selain kedokteran, ia juga menguasai fisika, matematika, astronomi, sejarah, dan filsafat dan kedokteran.</p>
<p>Sebagai dokter, ia lebih suka tindakan preventif daripada kuratif dan selalu menguatkan aspek spiritual dan fisik pasien secara simultan dalam pengobatannya. Bahwa temperatur, makanan, minuman, limbah, udara, keseimbangan gerak dan fikiran, tidur dan kerja mempengaruhi kesehatan, itu semua terbukti, dan sekarang menjadi masalah lingkungan yang utama.</p>
<p>Katanya, udara yang terkontaminasi uap dari rawa, danau, saluran drainase, asap atau jelaga dapat membahayakan kesehatan. Kini diketahui, gas itu adalah hasil proses anaerobik air limbah yakni CH4 (metana), H2S dan NH3.</p>
<p>Dari sejumlah risalah kesehatannya, Ibnu Sina punya dua teori segitiga pengobatan. Pertama, Triangular Theory of Islamic Medicine yang menyatakan kaitan antara Allah, manusia, dan pengobatan. Teori kedua, adanya &#8216;hubungan antara badan, fikiran, dan semangat&#8217; pada kesehatan manusia.</p>
<p>Topik artikelnya yang lain adalah tentang penyakit jantung yang ada di dalam Kitab Adwiyat al-Qalbiyah (risalah obat untuk sakit jantung). Kitab ini diterjemahkan Arnold of Villanova dengan judul De Viribus Cordis di Spanyol. Karya lainnya, Urjuzah fit Tibb, sebuah manual medis, dibahasalatinkan oleh Armengaud Blasius (meninggal tahun 1312) menjadi Cantica di Montpellier, Perancis. Termasuk, risalah penyakit malaria yang diadopsi sembilan abad kemudian oleh Prof Wagner von Jauree dari Vienna sehingga menerima Nobel bidang fisiologi tahun 1927.</p>
<p>Karya medis pemilik magnum opus untuk buku al-Qanun fit Tibb atau Canon of Medicine ini, menurut MS Khan, ada sekitar 48 buah dalam bentuk buku dan risalah, sebagian menyatakan mencapai ratusan judul.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gibranisme.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gibranisme.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gibranisme.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gibranisme.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gibranisme.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gibranisme.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gibranisme.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gibranisme.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gibranisme.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gibranisme.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gibranisme.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gibranisme.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gibranisme.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gibranisme.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gibranisme.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gibranisme.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=27&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/ibnu-sina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f34792f96f6d149d119bd85a5130377?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmi Taufiq Zain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALI BIN ABI THALIB; PENDIRI MAZHAB CINTA</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/ali-bin-abi-thalib-pendiri-mazhab-cinta/</link>
		<comments>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/ali-bin-abi-thalib-pendiri-mazhab-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 08:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmi Taufiq Zain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gibranisme.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Satu-satunya manusia yang dilahirkan di bawah naungan Ka’bah adalah Ali bin Abi Thalib. Ketika ibunya, Fathimah binti Asad, dalam keadaan hamil tua, ia thawaf mengelilingi Ka’bah. Pada saat itulah, datang tanda-tanda bahwa ia akan segera melahirkan. Abu Thalib lalu membawanya masuk ke dalam Ka’bah dan di tempat itulah Ali bin Abi Thalib lahir. Menurut satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=26&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:10.8pt;text-align:justify;margin:0;" align="justify"><span style="font-size:9pt;color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Satu-satunya manusia yang dilahirkan di bawah naungan Ka’bah adalah Ali bin Abi Thalib. Ketika ibunya, Fathimah binti Asad, dalam keadaan hamil tua, ia thawaf mengelilingi Ka’bah. Pada saat itulah, datang tanda-tanda bahwa ia akan segera melahirkan. Abu Thalib lalu membawanya masuk ke dalam Ka’bah dan di tempat itulah Ali bin Abi Thalib lahir.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Menurut satu riwayat, ibunya meminta agar anak yang baru lahir itu diberi nama Haidar, yang berarti singa. Kakek dari arah ibunya bernama Asad, yang juga berarti singa. Tetapi Abu Thalib berkata, “Kita tunggu saja sampai Rasulullah saw datang.” Masih menurut riwayat ini, Ali kecil tidak mau menyusu kepada ibunya sebelum Rasulullah saw datang. Ketika Rasulullah saw tiba, ia mengecup Ali dan Ali pun mengecup Nabi. Rasulullah saw menamainya ‘<em>Ali</em> yang berarti orang yang memiliki ketinggian. ‘<em>Ali</em> adalah salah satu nama Tuhan. Misalnya dalam ayat, “<em>Wa lâ ya’udduhû hifzhuhumâ wa huwal ‘aliyul ‘azhîm.” </em>(QS. Al-Baqarah 255). Sama halnya dengan nama <em>Muhammad</em>, yang juga merupakan nama Tuhan, seperti dalam hadits Qudsi, “<em>Ana Mahmud, wa anta Muhammad</em>. Aku Tuhan adalah Yang Terpuji dan engkau juga adalah yang terpuji,”<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Ali tumbuh besar bersama Rasulullah saw. Ketika Abu Thalib mengalami kebangkrutan dalam usahanya, ia mengirim putra-putranya ke tempat para saudaranya. Ali bin Abi Thalib diambil oleh Rasulullah saw. Ia dipelihara di dalam keluarga Nabi bersama Sayyidah Khadijah Al-Kubra. Karena Rasulullah saw tidak mempunyai anak laki-laki, Nabi sering memperlakukan Ali bin Abi Thalib sebagai anak laki-lakinya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:10.8pt;text-align:justify;margin:0;" align="justify"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Setelah Rasul meninggal dunia, ia sering bercerita bagaimana beliau suka merapatkan tubuhnya kepada tubuh Rasulullah saw. Imam Ali kw berkata bahwa ia masih dapat mengenang harumnya tubuh Rasul yang mulia. Rasul sangat mencintai Ali dan Ali pun sangat mencintainya.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Kelak pada zaman pemerintahan Muawiyah, Muawiyah menerapkan peraturan yang mengharuskan khatib di setiap akhir khutbahnya untuk melaknat Imam Ali kw. Orang dipaksa untuk menghujat Imam Ali kw. Ada seorang sahabat Nabi yang pergi ke mimbar untuk melaknat Imam Ali kw tetapi ia hanya berkata, “Demi Allah, ada tiga hal yang menyebabkan aku tidak mungkin mengutuk Ali bin Abi Thalib. Jika salah satu dari tiga hal itu saja ada pada diriku, itu lebih baik dari dunia dan segala isinya.” Hal pertama ialah bahwa Rasulullah saw pernah berkata sebelum Perang Khaibar, “Akan kuserahkan bendera kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.” Kemudian setelah itu, bendera diserahkan kepada Imam Ali kw. Lalu sahabat Nabi itu menyebut dua lagi peristiwa penting. Saya kutip hadits itu untuk menyatakan bahwa kecintaan Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib dinyatakan secara terbuka.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Ada sebuah hadits yang diterima keshahihannya oleh seluruh madzhab tetapi ditafsirkan berlainan. Hadits itu bercerita tentang peristiwa pada Haji Wada’, tanggal 18 Dzulhijjah. Ketika Rasulullah saw pulang bersama rombongan hajinya dari Mekkah menuju Madinah, di suatu mata air bernama Khum, Rasulullah saw berhenti. Ia melingkarkan serbannya kepada Imam Ali kw. Nabi mengangkat tangan Ali dan bersabda, “<em>Man kuntu maulâh, fa hâdza ‘Aliyyun maulâh.</em> Siapa yang menjadikan aku sebagai maulanya, hendaknya menjadikan Ali sebagai maulanya.”<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Menurut penafsiran Ahlu Sunnah, yang dimaksud dengan <em>maulâ</em> di situ artinya adalah kekasih. Barang siapa yang menjadikan Nabi sebagai kekasihnya, hendaknya ia juga menjadikan Ali bin Abi Thalib sebagai kekasihnya. Penafsiran itu tidak salah. Ali adalah seseorang yang sangat dicintai dan dikasihi Rasulullah saw.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Ketika terjadi Perang Khandak, seorang kafir bernama ‘Amr ibn Wud ingin memulai pertempuran dengan mengajak duel. Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat-sahabatnya, “Siapa yang mau melawan ‘Amr ibn Wud?” Semuanya diam, kecuali Ali yang masih sangat muda. Ia berdiri dan berkata, “Saya, Ya Rasul Allah.” “Tidak,” jawab Rasul, “aku cari orang yang lebih tua.” Lalu Rasulullah saw menawarkan lagi kepada para sahabat tetapi tetap tidak ada yang menjawab. Semua orang tahu siapa ‘Amr ibn Wud. Ia adalah jago pedang yang tak terkalahkan.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
‘Amr mengancam dari kejauhan, “Katanya kalau kalian mati dalam peperangan, kalian akan masuk surga. Siapa yang bersedia aku antarkan dengan cepat masuk ke surga?” Ancaman itu tidak ada yang menjawab kecuali Ali yang untuk kedua kalinya berdiri. Rasul kembali berkata, “Duduklah kamu sampai aku cari yang lebih tua lagi.” Ketika untuk ketiga kalinya, masih tidak ada yang menjawab seruan itu, Rasulullah saw mengirim Ali bin Abi Thalib. Kepadanya diberikan Pedang Dzulfiqar.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Saat Ali bin Abi Thalib berangkat, Rasulullah saw menangis dan bersujud di medan peperangan. Rasul berdoa, “Ya Allah, Engkau telah mengambil Abu Ubaidah, Engkau telah mengambil Hamzah dari diriku. Janganlah Kauambil Ali.”<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Terjadilah duel itu. Suatu pertempuran yang amat dahsyat. Rasulullah saw menggambarkannya sebagai perang antara seluruh keislaman dan seluruh kekafiran. Mungkin yang dimaksud Rasul ialah, sekiranya Imam Ali kw kalah, maka kalahlah Islam secara keseluruhan dan jika Imam Ali kw menang, maka menanglah Islam secara keseluruhan. Atau barangkali yang beliau maksudkan ialah bahwa kepribadian Ali bin Abi Thalib itu mencerminkan seluruh keislaman dan kepribadian ‘Amr ibn Wud itu mencerminkan seluruh kekafiran. Singkat cerita, kita tahu akhirnya Sayidina Ali yang memenangkan pertempuran. Ketika ia kembali, Rasulullah saw menciuminya dengan berurai air mata.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Pernah satu saat Imam Ali kw dikirim untuk menaklukan pemberontakan yang tidak bisa ditaklukan oleh para sahabat Nabi yang lain. Ketika Ali pulang dari tugas itu, sambil memeluk Ali, Nabi bersabda, “Kalau aku tidak takut umatku akan memperlakukan kamu seperti orang-orang Kristen memperlakukan Nabi Isa as, akan aku ceritakan kepada mereka sesuatu yang sekiranya jika engkau lewat, orang akan memperebutkan bekas injakan kakimu.”<span> </span>Kemudian Rasulullah saw mengatakan sesuatu kepada Imam Ali kw dalam waktu yang lama. Karena lamanya hal itu, para sahabat bertanya-tanya ihwal apa perbincangan itu. Setelah Imam Ali kw keluar, ia berkata, “Baru saja Rasulullah saw membukakan kepadaku satu bab ilmu pengetahuan. Dan dari satu bab itu dibuka lagi seribu bab ilmu pengetahuan yang lain.”<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Rasulullah saw mendidik Imam Ali kw sejak kecil. Jika kita ingin tahu siapa kader Rasulullah saw yang dikaderkan sejak awal, maka itulah Imam Ali kw. Saya sebut sebagai ‘kader’, karena Rasulullah saw benar-benar mempersiapkan Imam Ali kw sejak awal. Rasulullah saw mengajarkan kepadanya satu pelajaran khusus yang tidak diberikan kepada sahabat-sahabatnya yang lain. Sebagian di antara kita merasa berkeberatan akan hal ini, “Masa Rasulullah saw mengajar dengan pilih kasih. Bukankah salah satu sifat Nabi adalah <em>Al-Tabligh</em>? Jadi, Nabi harus menyampaikan seluruhnya. Masa Nabi menyembunyikan kepada sebagian sahabat dan hanya<span> </span>menyampaikan kepada Ali bin Abi Thalib?”<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Rasulullah saw adalah guru yang baik. Seorang guru yang baik tidak akan mengajarkan seluruh ilmu kepada semua orang. Ilmu itu hanya diajarkan sesuai dengan tingkat pengetahuan orang yang diajar itu. Imam Ali kw sebagaimana diakui oleh para sahabat yang lain adalah orang yang paling tinggi derajat keilmuannya. Karena itulah, tentu saja ada ilmu yang diajarkan kepada Imam Ali kw, yang belum bisa disampaikan kepada sahabat Nabi yang lain yang kualifikasi keilmuannya belum sampai ke situ.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Tentang ilmu Imam Ali kw ini, Rasulullah saw bersabda, “<em>Ana madînatul ‘ilmi, wa ‘Aliyyun bâbuhâ. Fa man arâdal madînah, fal ya’tihâ min bâbihâ. </em>Akulah kota ilmu dan Alilah pintunya. Barang siapa yang mau memasuki kota, hendaklah ia datang melalui pintunya.” Hadits ini sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah saw. Nabi mengkaderkan Ali sejak awal dengan maksud untuk mempersiapkannya sebagai pelanjut yang akan meneruskan ajaran Islam sepeninggal Rasulullah saw.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Ketika Rasulullah saw meninggal dunia, umur Imam Ali kw masih muda. Sekitar tigapuluh tahunan. Seperti kita ketahui, Ali masuk Islam pada usia yang amat belia, sepuluh tahunan. Imam Ali kw dikenal sebagai orang yang pertama kali masuk Islam. Sebagian orang memperkecil hal ini dengan mengatakan bahwa Ali itu lelaki pertama yang masuk Islam, karena yang pertama kali masuk Islam adalah Sayyidah Khadijah. Belakangan, kenyataan ini diturunkan lagi dengan menyatakan bahwa Ali adalah anak-anak yang pertama masuk Islam, karena laki-laki yang pertama masuk Islam itu adalah Abu Bakar. Malahan ada juga yang masih menurunkan hal ini dengan mengatakan bahwa keislaman Sayidina Ali adalah tidak sah, karena beliau masuk Islam ketika masih kecil.<br />
</span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><br />
Ciri-Ciri Mazhab Alawi</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Imam Ali kw adalah pemberi ruh suatu mazhab di dalam Islam. Yang saya maksud dengan mazhab adalah cara memahami Islam. Islam itu satu, tetapi bagaimana orang memahami dan mengamalkan ajaran Islam, itu berbeda-beda. Dan itu sudah terjadi sejak zaman Rasulullah saw. Hampir setiap sahabat mendirikan mazhab. Ada Mazhab Umari dari Umar ibn Khattab, Mazhab Abdullah ibn Umar, Mazhab Abdullah ibn Mas’ud, dan Mazhab Abu Hurairah. Setiap sahabat memiliki mazhab sendiri-sendiri disebabkan dalam memahami agama Islam, pendapat mereka berlainan. Karena itulah, amalan yang dikerjakannya pun berlainan. Dalam Ilmu Komunikasi ada yang disebut dengan Teori KAP atau <em>Knowledge, Attitude, </em>dan <em>Performance.</em> Setiap orang mempunyai <em>knowledge</em> atau pengetahuan yang berbeda, yang tidak mungkin sama dengan orang lain. Jika pengetahuan berbeda, maka <em>attitude</em> atau sikap kita pun berbeda. Dan jika sikap berbeda, maka <em>performance</em> atau perilaku pun akan berbeda. Suatu mazhab adalah rangkaian <em>Knowledge, Attitude, dan Performance</em> dari sebuah agama.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Di Indonesia saja, terdapat banyak mazhab. Misalnya saja suatu mazhab melarang orang untuk menangis bila ditinggal mati oleh anggota keluarga atau orang yang dicintainya. Menurut pengetahuan (<em>knowledge</em>) mereka, ada sebuah hadits Nabi yang mengatakan bahwa mayit akan disiksa oleh tangisan keluarganya. Dari situ tumbuhlah sikap (<em>attitude</em>) tidak senang kepada orang-orang yang menangis kalau ditinggal mati dan sikap senang kepada orang-orang yang tidak menangis bila ditinggal mati. Jika seorang isteri tidak meneteskan air mata setitik pun ketika suaminya meninggal dunia, orang akan memujinya, “Hebat, itulah isteri yang sabar dan tabah.” Dari sikap itu timbul perilaku (<em>performance</em>) kita untuk tidak menangis bila kita ditinggal mati. Jadi, kita bisa melihat hubungan antara <em>Knowledge-Attitude-Performance.<br />
</em></span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Sebagian mazhab lain berpendapat, mereka memiliki pengetahuan bahwa Rasulullah saw pernah menangis ketika ditinggal mati oleh putranya, Ibrahim. Ibrahim ialah putra Rasul dari Maria Al-Qibthiya yang lahir di Madinah. Rasulullah saw sangat menyayanginya karena Rasul belum pernah mempunyai anak laki-laki. Setiap selesai Shalat Ashar, Rasul selalu menggendong Ibrahim mengelilingi Kota Madinah. Ketika dalam usia yang masih sangat kecil, Ibrahim meninggal dunia. Rasulullah saw menangis. Beliau ditegur sahabatnya, “Ya Rasul Allah, kenapa kau menangis?” Rasulullah saw menjawab, “Inilah tangisan kasih sayang.” Mazhab ini berpengetahuan bahwa menangis ketika ditinggal mati itu dicontohkan Nabi untuk mengungkapkan kasih sayang. Dari hal itu, tumbuh sikap senang jika melihat orang yang menangis ketika ada yang meninggal dunia. Orang itu dilihat sebagai orang yang penuh kasih sayang. Mazhab ini pun menilai bila ada orang yang tidak menangis ketika ditinggal mati, maka orang itu bukanlah orang yang tabah, melainkan orang yang tidak punya kasih sayang. Perilaku yang muncul dari hal ini ialah jika ia ditinggal mati, ia akan menangis.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Kedua mazhab di atas sama-sama memahami ajaran Islam. Tetapi pengetahuan-nya berbeda, sikapnya berlainan, sehingga kemudian akhirnya perilakunya pun tidak sama.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Di zaman Nabi, setiap sahabat memiliki mazhabnya masing-masing. Secara garis besar, kita bisa membaginya ke dalam dua kelompok; kita sebut saja Mazhab Ali bin Abi Thalib (Mazhab Alawi) dan Mazhab Umar bin Khattab (Mazhab Umari). Apa perbedaan kedua mazhab ini? Mazhab Ali ditandai dengan keyakinan bahwa seluruh sunnah Rasulullah saw, baik dalam bidang akidah, ibadah, maupun mualamalah, harus diikuti tanpa kecuali. Menurut Mazhab Ali, Rasulullah saw tidak pernah berijtihad, karena ketentuan Nabi adalah <em>nash</em>. Rasulullah saw tidak pernah berbicara atas hawa nafsunya, melainkan atas wahyu yang diterimanya. <em>Wa mâ yanthiqu ‘anil hawâ in huwa illâ wahyu yûhâ. </em>(QS. Al-Najm 3) Rasulullah saw tidak pernah salah. Oleh karena itu, kita harus mengikuti semua yang diajarkan Rasulullah saw.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Adapun Mazhab Umari berpendapat bahwa kita harus mengikuti Rasulullah saw di dalam dua hal saja; urusan akidah dan ibadah. Dalam bidang muamalah atau keduniaan, Rasulullah saw tdiak wajib dipatuhi. Menurut mazhab ini, Rasulullah saw juga suka berijtihad dan kadang-kadang ijtihadnya salah. Oleh sebab itu, tidak perlu kita ikuti ijtihad yang salah. Rasulullah saw sering alpa dan salah. Bahkan Rasulullah saw pernah ditegur Allah swt dan kemudian dibetulkan oleh sahabatnya, seperti dalam peristiwa Perang Badar. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh mazhab ini, ketika perang berkecamuk, terdapat banyak tawanan. Rasulullah saw menginginkan agar tawanan itu dibebaskan dengan sejumlah uang tebusan. Sedangkan Umar bin Khattab menghendaki agar tawanan itu dibunuh saja semua. Akhirnya turun satu wahyu yang membenarkan Umar dan menyalahkan Rasulullah saw. Malahan Rasulullah saw ditegur Allah swt, “Kamu mencintai dunia, sementara Umar mencintai akhirat.”<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Saya tidak akan lebih lanjut membandingkan kedua mazhab ini secara keseluruhan. Saya hanya akan memberikan ciri-ciri khas dari Mazhab Alawi. Ciri yang <em>pertama, </em>Mazhab Alawi menerima seluruh sunah Nabi. Baik dalam hal akidah, ibadah, ataupun muamalah. Tidak ada pemisahan antara urusan dunia dan urusan agama. Tidak ada dalam mazhab ini hadits yang berbunyi, “<em>Antum a’lamu fî umûrî dunyakum. </em>Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.” Ciri yang <em>kedua, </em>Mazhab Alawi ialah mazhab yang sangat mencintai persatuan di antara kaum Muslimin. Imam Ali kw sangat mencintai persatuan sehingga ketika ada orang yang berontak kepadanya, ia malah mengirim surat yang isinya mengajak mereka untuk berdamai. Bahkan ketika Imam Ali kw pernah hampir memenangkan suatu pertempuran, lawannya mengajak berdamai sehingga Imam Ali kw menghentikan peperangan. Tentu saja, hal ini menimbulkan reaksi dari para pengikutnya sendiri yang hampir memperoleh kemenangan.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Kecintaan Imam Ali kw terhadap persatuan kaum Muslimin dapat kita lihat dari suatu peristiwa peperangan antara Imam Ali kw dengan sesama umat Islam lagi. Saat itu, ada seseorang yang bingung harus bergabung ke kelompok mana. Karena kedua-duanya adalah kaum Muslimin. Ia bertanya kepada Amar bin Yasir -yang sudah berusia amat tua. Amar berkata, “Kau lihat bendera di sebelah sana? Dahulu di bawah bendera itu, kami berjuang bersama Rasulullah saw untuk membela turunnya Al-Qur’an. Sekarang di bawah bendera itu, kami berjuang untuk membela penafsiran Al-Qur’an. Dahulu kami berperang <em>‘ala tanzîlil Qur’ân,</em> sekarang kami berperang <em>‘ala ta’wîlil Qur’ân”<br />
</em></span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Orang-orang bertanya kepada Imam Ali kw, “Mau Anda sebut apa orang yang memerangi Anda itu?” Seseorang meng-usulkan, “Itulah orang-orang kafir.” Tapi Imam Ali kw menolak, “Tidak, mereka bukan orang kafir. Mereka mengucapkan syahadat dan melakukan shalat.” “Kalau begitu, merekalah orang-orang munafik,” berkata para pengikutnya. “Tidak,” ucap Imam Ali kw, “orang-orang munafik itu sedikit dzikirnya sedangkan mereka banyak dzikirnya.” Orang-orang bingung, “Kalau begitu, bagaimana kami harus memanggil mereka, Ya Amiral Mukminin.” Imam Ali kw menjawab, “Itulah saudara-saudara kita yang berbeda faham dengan kita.”<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Ciri yang <em>ketiga, </em>Mazhab Alawi adalah mazhab cinta. Inilah sejenis keberagamaan yang didasarkan kepada cinta. Kita lihat doa-doa Imam Ali kw, doa-doa itu menggambarkan kecintaannya kepada Allah swt. Jika kita belajar Tasawuf, yang keberagamaannya didasarkan pada cinta atau <em>mahabbah</em>, seluruh aliran tarekat dalam Tasawuf itu bermuara pada Imam Ali kw dan keturunannya. Misalnya Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah.<br />
</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><br />
Doa di dalam Mazhab Alawi dipenuhi dengan kecintaan kepada Allah swt. Hanya dalam Mazhab Alawi, kecintaan kepada Allah swt mencapai puncaknya. Seperti dalam doa Imam Ali kw yang diajarkan secara khusus kepada muridnya, Kumayl bin Ziyad. Kumayl adalah murid Imam Ali kw yang paling setia. Karena kesetiaannyalah maka doa ini hanya diajarkan kepadanya. Saya akan tutup tulisan ini dengan menampilkan beberapa bait dari Doa</span></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Kumayl tersebut yang menunjukkan begitu dalamnya kecintaan mazhab ini kepada Allah swt;</span></span></span></p>
<p align="justify"><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Tuhanku, junjunganku, pelindungku, pemeliharaku </span></span></span></em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Sekiranya aku mampu bersabar menanggung azab-Mu</span></span></span></em></p>
<p align="justify"><em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Bagaimana mungkin aku mampu bersabar berpisah dari-Mu</span></span></span></em></em></p>
<p align="justify"><em><em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Sekiranya aku mampu bersabar menahan api neraka-Mu</span></span></span></em></em></em></p>
<p align="justify"><em><em><em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Bagaimana mungkin aku mampu bersabar tidak memandang wajah-Mu</span></span></span></em></em></em></em></p>
<p align="justify"><em><em><em><em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Bagaimana mungkin aku tinggal di neraka</span></span></span></em></em></em></em></em></p>
<p align="justify"><em><em><em><em><em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Padahal harapanku adalah ampunan-Mu</span></span></span></em></em></em></em></em></em></p>
<p align="justify">
<p><em></em></p>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;color:#000000;"><em> </em></span><em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Tuhanku, limpahkanlah kepadaku anugerah-Mu.</span></span></span></em></em></p>
<p align="justify"><em><em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Sayangi aku dengan karunia-Mu</span></span></span></em></em></em></p>
<p align="justify"><em><em><em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Jagalah aku dengan seluruh kasih sayang-Mu</span></span></span></em></em></em></em></p>
<p align="justify"><em><em><em><em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Jadikan lidahku selalu bergetar menyebut asma-Mu</span></span></span></em></em></em></em></em></p>
<p align="justify"><em><em><em><em><em><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial','sans-serif';color:black;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">Dan hatiku dipenuhi dengan kecintaan kepada-Mu<br />
</span></span></span></em></em></em></em></em></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gibranisme.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gibranisme.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gibranisme.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gibranisme.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gibranisme.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gibranisme.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gibranisme.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gibranisme.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gibranisme.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gibranisme.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gibranisme.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gibranisme.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gibranisme.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gibranisme.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gibranisme.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gibranisme.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=26&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/ali-bin-abi-thalib-pendiri-mazhab-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f34792f96f6d149d119bd85a5130377?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmi Taufiq Zain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kahlil Gibran</title>
		<link>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/kahlil-gibran/</link>
		<comments>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/kahlil-gibran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 08:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fahmi Taufiq Zain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gibranisme.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sembilan puluh tiga tahun silam, hiduplah sepasang kekasih yang tersekat di dua tempat berjauhan dan terhambat bertemu. Mereka saling mencintai satu sama lain dalam salah satu dari cinta yang paling menggetarkan dalam sejarah. Saat itu, jauh sebelum era teknologi mencapai kemajuan. Mereka tinggal di benua berbeda dan sebuah catatan terpercaya menyebutkan bahwa keduanya tidak pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=25&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong>Sembilan</strong> puluh tiga tahun silam, hiduplah sepasang kekasih yang tersekat di dua tempat berjauhan dan terhambat bertemu. Mereka saling mencintai satu sama lain dalam salah satu dari cinta yang paling menggetarkan dalam sejarah. Saat itu, jauh sebelum era teknologi mencapai kemajuan.</p>
<p>Mereka tinggal di benua berbeda dan sebuah catatan terpercaya menyebutkan bahwa keduanya tidak pernah berjumpa seumur hidup. Sepasang merpati yang meruntuhkan sekat dan hambatan komunikasi itu saling berbincang-bincang intim dan mesra melalui berpucuk-pucuk surat cinta yang diantarkan lewat jasa Tuan Pos.</p>
<p>Surat-suratnya dikumpulkan. Kumpulan tersebut dipublikasikan <em>Oneworld Publications.</em></p>
<p>Kahlil Gibran di Amerika Serikat. May Ziadah di Mesir&#8230;.</p>
<p>Dua sastrawan keturunan Arab yang menjalin kasih tak biasa seperti sebuah cerita yang tak sampai. Awalnya May menyurati sekadar berkomentar untuk karya Gibran, novel Sayap-sayap Patah (1921).</p>
<p>Gibran membalasnya, &#8220;<em>Hadrat al-adibah al-fadila</em>&#8221; (kepada penulis yang termasyhur dan berbudi luhur), yang khas bernada santun ala Arabia. Surat pertama Kahlil Gibran kepada May Ziadah, bertanggal 2 Januari 1914, itu berisi penantiannya terhadap balasan lain dari Mesir, pujiannya bagi jurnal berbahasa Arab yang baru terbit di New York.</p>
<p>Ia juga mengaku tidak bisa memainkan satu pun alat musik. Meminta May agar mengingat dirinya yang jauh di benua asing, saat berdiri di depan patung Sphinx. Bertanya mengenai buku berjudul Syria. Dan, di akhir kalam, diayunkannya pena demi menulis salam takzim seunik tradisi syair Arab:<em> &#8220;Sekarang sudah tengah malam, maka selamat malam dan semoga Tuhan melindungi kau untukku.&#8221;</em></p>
<p>Selama kurun waktu mendekati dua puluh tujuh tahun, sejak awal 1914 itu, ternyata akhirnya mereka terus rutin menulis surat. Malah, selanjutnya dihanyutkan perasaan khusus yang berlimpah-ruah dengan asmara.<br />
<em><br />
&#8220;&#8230;May terkasih. Suratmu membawakan kembali &#8216;kenangan akan seribu musim gugur dan seribu musim semi&#8217;&#8230; Tapi aku harus mengunjungi Mesir untuk melihat May dan senyumnya&#8230; Apa untungnya buat seorang pria jika disukai oleh seluruh dunia tapi kehilangan simpati May? &#8230;Semoga damai beserta jiwamu yang cantik&#8230;&#8221;.</em> (New York, 7 Februari 1919)</p>
<p>Surat yang melankolis bunyinya. Mungkin tak ada surat dari seorang lelaki yang lebih romantis dari surat ini.</p>
<p><strong>KENDATI</strong> pun jarak terbentang sejauh ribuan mil antara New York-Boston dengan Kairo. Apalagi mereka tak kunjung bertemu muka. Tapi Kahlil Gibran selalu merasa May Ziadah ada di dekatnya. Petikan ketiga surat ini menggambarkannya,<br />
<em><br />
&#8220;&#8230;aku duduk dalam ruangan ini dan berlama-lama menatap wajahmu, tanpa sepatah kata&#8230;&#8221;</em> (3 November 1920)</p>
<p><em>&#8220;Kita sudah mencapai puncak gunung, dan di bawah kita terbentang lembah, belantara dan padang rumput, jadi mari kita duduk sejenak dan bercakap-cakap sebentar&#8230;&#8221;</em> (11 Januari 1921)</p>
<p><em>&#8220;Aku menyukai lembah pada musim dingin&#8230; ketika kita duduk dekat perapian, dengan wangi bakaran kayu sipres yang selalu menghijau memenuhi rumah dan salju turun di luar, angin menerbangkan (salju itu), lampu-lampu kristal es bergantungan di luar panel jendela, dan suara sungai di kejauhan dan suara badai salju menyatu dalam telinga kita&#8230;&#8221;</em> (31 Desember 1923)</p>
<p>***</p>
<p><strong>Gibran Kahlil Gibran</strong>, nama aslinya. Lahir, 18 Januari 1883 di Bisharri, Lebanon, di kaki pegunungan Atlas. Ia beremigrasi ke Amerika Serikat, mula-mula menetap di Boston dan kelak di New York.</p>
<p>Puisi mistiknya yang panjang, Sang Nabi, terkenal luas dengan lirik yang brilian, <em>&#8220;Kerja adalah cinta yang mengejawantah dan jika engkau tiada sanggup bekerja dengan cinta, maka lebih baik kau mengambil tempat di depan gapura candi, meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita&#8230;&#8221;.</em></p>
<p>Beberapa dari karya-karya lainnya, Bidadari Lembah, Setetes Air Mata dan Secercah Senyum, Prahara, Si Gila, dan Sang Musafir.</p>
<p>Sebagai sastrawan, Gibran mulanya menulis dalam bahasa Arab. Tulisannya cermin perasaan nelangsa dan gamang; begitu pula ada suratnya yang emosional. May Ziadah menyarankan,<em> &#8220;Kau seorang penyair dan seniman, dan seharusnya kau bahagia menjadi seorang penyair dan seniman&#8230;.&#8221;</em></p>
<p>Namun rasa pesimis Gibran mementahkan saran yang baik itu,</p>
<p><em>&#8220;Tapi aku bukan&#8230; Aku sudah menghabiskan waktuku, siang malam, untuk menggambar dan menulis, tapi sang &#8216;aku&#8217; (yaitu &#8216;diriku&#8217;) tidak berada dalam siang maupun malamku. Aku kabut, May. Aku kabut yang menyelubungi benda-benda tapi tidak pernah menyatukan mereka&#8230;.&#8221;</em> (3 November 1920)</p>
<p>Sementara pelbagai kalangan ahli sastra menilai bahwa untaian kata-kata ekspresif dengan proses olah pikir yang mengagumkan dicapai Gibran terutama dalam karya-karya yang ditulisnya dengan bahasa Inggris. Karya berbahasa Arab-nya lebih dianggap bagian dari masa dia belajar menulis sebelum jadi maestro sastra-mistik.</p>
<p>Sebuah telegram dikirimkan dari New York pada 17 Desember 1930 mewakili kepiawaian ekspresifnya. Sekaligus menutup kumpulan Love Letters: Surat-surat Cinta Kahlil Gibran kepada May Ziadah yang lisensi hak siarnya dalam bahasa Indonesia dipegang oleh<em> </em>Grasindo.</p>
<p>Bukan hanya surat-surat dan telegram yang dikompilasi penerbit kumpulan ini. Tapi juga undangan makan malam, kliping koran, kartu pos bergambar lukisan Michaelangelo dan gunung Lafayette, foto, dan sketsa telapak tangan menadah ke api sebagai simbol cintanya kepada si gadis Mesir yang cantik.</p>
<p>Kecintaannya berkesenian memaku Gibran tahan menulis semalam suntuk atau melukis sampai pagi sambil banyak merokok, menjauhkan fisiknya dari kondisi sehat. Ia meninggal dunia lantaran sakit kronis dan menahun di St Vincent&#8217;s Hospital di Greenwich Village, pada Jumat, 10 April 1931. Jenazahnya dibawa ke Bisharri dan dimakamkan ke dalam tanah kelahirannya sana.</p>
<p>*Penulis adalah kontributor <strong>okezone</strong>, tinggal di Palembang.<br />
<strong>(jri)</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gibranisme.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gibranisme.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gibranisme.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gibranisme.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gibranisme.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gibranisme.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gibranisme.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gibranisme.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gibranisme.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gibranisme.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gibranisme.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gibranisme.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gibranisme.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gibranisme.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gibranisme.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gibranisme.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gibranisme.wordpress.com&amp;blog=3392862&amp;post=25&amp;subd=gibranisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gibranisme.wordpress.com/2008/06/08/kahlil-gibran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f34792f96f6d149d119bd85a5130377?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Fahmi Taufiq Zain</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
